Jangan merasa paling hebat -->

Menu Atas

Recent Posts

IKLAN RENPONSIF

Jangan merasa paling hebat

Tuesday, 24 May 2016

Saudaraku,
Semoga Allah senantiasa membimbing kita dalam segala hal, segala urusan. Ya, agar kita terhindar dari segala keburukan dan kesia-siaan amal.
Memang, bisa saja sebagai seorang pribadi  kita memiliki kelebihan-kelebihan. Sebenarnya begitu juga dengan orang lain, mereka juga memiliki kelebihan. Hanya saja kadang, diri merasa lebih bisa, lebih hebat, lebih pantas, dan lebih-lebih yang lainnya dibandingkan orang lain. Bahayanya, jika perasaan ini tumbuh dan mengusai hati dan pikiran akan melahirkan sikap ujub, bangga diri.

Sufyan Ats-Tsauri berkata tentang ujub dengan mengatakan : “Perasaan takjub terhadap diri sendiri hingga seolah-olah dirinyalah yang paling utama daripada yang lain. Padahal boleh jadi ia tidak dapat beramal sebagus amal saudaranya itu dan boleh jadi saudaranya itu lebih wara’ dari perkara haram dan lebih suci jiwanya ketimbang dirinya!”

Saudaraku,
Mari berusaha mengendalikan diri hati dan pikiran kita agar sifat ujub tidak mengaliri darah kita. Sebab bahayanya begitu besar. Seorang ulama salaf berkata: "Seorang yang ujub akan tertimpa dua kehinaan, akan terbongkar kesalahan-kesalahannya dan akan jatuh martabatnya di mata manusia."

Kita harus beramal shalih. Kita harus berilmu. Kita harus terus berbagi kebaikan dan kemanfaatan. Kita harus terus memperbaiki diri. Kita harus terus berupaya menjadi hamba yang shalih. Tetapi hal-hal itu tidak boleh menjadikan kita bangga diri. Ya, meskipun kita saksikan begitu banyak orang lain yang belum melakukannya.

Saudaraku,
Mari belajar dari kisah ini! 
Salah seorang ahli hikmah berkata: "Ada seorang yang terkena penyakit ujub, akhirnya ia tergelincir dalam kesalahan karena saking ujubnya terhadap diri sendiri. Ada sebuah pelajaran yang dapat kita ambil dari orang itu, ketika ia berusaha jual mahal dengan kemampuan dirinya, maka Imam Syafi’i pun membantahnya seraya berseru di hadapan khalayak ramai: "Barangsiapa yang mengangkat-angkat diri sendiri secara berlebihan, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menjatuhkan martabatnya."

Saudaraku,
Kita kah orang ujub itu? 
Biasanya, orang yang ujub selain bangga dengan amalnya, ia juga gemar meremehkan amal orang lain. Bisyr al-Hafi berkata tentang ujub dengan mengatakan : “Yaitu menganggap hanya amalanmu saja yang banyak dan memandang remeh amalan orang lain.”

Semoga kita terbebas dari sikap dan sifat ujub.  Hal yang patut direnungkan adalah penyataan yang menyatakan : “Amal shalih itu ibarat sinar dan cahaya yang terkadang padam bila dihembus angin ujub!” Wallahu a’lam