Yang bikin konsepnya orang2 pintar, gelar renteng2, proposal oke. Giliran pengerjaan disubkan...disubkan...disubkan...disubkan lagi, amburadul.
Tapi kalo di protes
"Anda tahu, yang merancang ini orang2 yang pintar, tidak mungkin gagal!"
Sub kontraktor sebenarnya sah2 saja, dengan catatan Kontraktor Utamanya pegang kendali project dengan porsi yg besar. Kejadian yg bikin amburadul, jika proyek di subkan 100%, kontraktor utama cuma jualan nama doank, tidak ikut proses pembangunan project. Dan yg parah lagi, kalo disubkan 100% lagi ke pihak lain, makelar jadinya. Begitu project amburadul, lempar sana sini, ga ada yg tanggung jawab
Tapi kalo di protes
"Anda tahu, yang merancang ini orang2 yang pintar, tidak mungkin gagal!"
Sub kontraktor sebenarnya sah2 saja, dengan catatan Kontraktor Utamanya pegang kendali project dengan porsi yg besar. Kejadian yg bikin amburadul, jika proyek di subkan 100%, kontraktor utama cuma jualan nama doank, tidak ikut proses pembangunan project. Dan yg parah lagi, kalo disubkan 100% lagi ke pihak lain, makelar jadinya. Begitu project amburadul, lempar sana sini, ga ada yg tanggung jawab
